Hari ke 7. Jepang. Kyoto, Salah turun naik bus…senja di Kiyomizu dera.. Kyoto 24 februari 2017 ( Trip Jakarta, KL, Tokyo, Kyoto, Osaka, Singapore).

Sekilas tentang  Trip Sound Guest House,  Di sini dinding nya di penuhi corat coret  dan lucunya lagi untuk aktifitas corat coret ini di fasilitasi oleh pihak hostel , di sediakan berbagai warna spidol kami pun berpartisipasi.


sound trip tampak depan

kamar kami lantai tiga pas di jendela


lorong masuk

sepatu harus di lepas

ruang relax lt 2

ada lift lho..

di sediakan koq spidol nya



ada bendera merah putih juga dari traveler Indonesia

sapa tau ada yang nginap di sana ..ini identitas kami..


Berbekal Kyoto bus pass. Tujuan pertama kami hari ini adalah kawasan Arishiyama. 
Sudah terlanjur kedinginan karena heater mati di tengah malam, saya pun mandi pagi hari ini. 

Setelah beberes kami pun kembali menitipkan tas di relax room karena hari ini kami udah check out dan udah bilang sama cheyene  (resepsionis) dan dia bilang gapapa silahkan untuk menitipkan tas.

Keluar dari hostel kami sarapan dulu di Lawson mini market kemudian ke halte 


Higashiyama Nanajo menuju Kyoto station. Agak lupa dan tidak catat naik apa tapi berdasar peta bus dari Kyoto station naik bus 205 kemudian turun di Nishioji Shijo kemudian oper bus no 11 kemudian turun di Arashiyama.

Kami berencana naik sagano scenic rail way tapi supaya tidak pp  naik scenic  nya karena harganya cukup mahal dan hasil mempelajari beberapa bloq dan japan Guide kami putuskan untuk naik JR dari Saga Arashiyama menuju Umahori (JR Sagano Line) kemudian kami berencana turun di umahori kemudian jalan kaki ke Toroko Kameoka untuk naik Sagano Scenic Rail way (bisa di balik rutenya).

Sesampainya di Umohori kami pun keluar stasiun , karena istri saya kebelet pipis kami pun bertanya kepada petugas stasion dimana letak toilet dan ternyata letak nya di dalam walaupun demikian kami di ijinkan masuk (letak nya sudah melewati mesin tiket , klo mau masuk harusnya beli tiket) setelah menunaikan “kewajiban”  kami melihat sekelompok turis yang kemungkinan dari China di beri info oleh petugas  station yang lain bila Scenic trainnya lagi maintenance dan tidak beroperasi saya pun bertanya untuk memastikannya  dan ternyata benar yah..udah beli tiket ke sini trus harus balik lagi beli tiket sia sia dunk..

Kami pun beli tiket lagi untuk kembali dari umahori menuju saga arashiyama.  Dalam perjalanan kami memutuskan untuk berhenti di di station tengah Hozukyo agak mendadak memutuskannya karena di sini dapat sebagian kecil pemandangan yang harusnya di lewati scenic train. Kami pun turun tanpa keluar station dan berfoto foto (karena tidak keluar station jadi ga perlu beli tiket lagi). 



pemandangan klo kita naik scenic



klo naik perahu di sungai ini..kebetulan kami sempat melihat perahu melintas.

Kemudian kami melanjutkan ke Saga Arashiyama.
Turun di Saga Arashiyama kami sempat kebingungan harus kemana karena tujuan kami adalah hutan bamboo. Kembali kami di bantu oleh bapak tua (penduduk Kyoto sangat membatu dan ramah sama turis).  


petunjuk dekat station Arashiyama


di bantu oleh bapak ramah ini

yang mau sewa sepeda

melewati salah satu kuil

hutan bambu..





Setelah sempat bertanya kembali akhinya kami menemukan hutan bamboo kemudian ke Togetsuyo Bridge.


view dari Togetsuyo Brige..klo pas musim sakura bakalan warna warni bukitnya


Waktu sudah lumayan siang, selanjutnya KinkaKuji .  Dari Arashiyama naik bus 11 kemudian turun di Yamagoe Nakacho oper bus no 59 turun di Kinkakuji Mae.  

Di sepanjang perjalanan mendung kami sempat mendapat gerimis kapas salju..pantesan ini hari dingin betul.

Kinkakuji kuil emas..sempat numpang denger guide yang dampingi bule hehehe

kita udah mengigil ..nie bocah nyatai betul...


Dari Kinkakuji kami memutuskan untuk cari makan siang di Nishiki market. Dari kinkakuji michi kami naik bus no 12  atau 205 ke Shijo Kawaramachi. Sempat bingung dan google map  tidak bersahabat kami pun memutuskan bertanya kebetulan ada information center. Sempat sesat lagi dan bertanya lagi. Kami pun menyempatkan untuk makan siang di kawasan nishiki , di nishiki sendiri kami hanya nyemil nyemil aja karena tidak menjual makanan berat .

mba ini jualan apa yah ?

ini antrian di belakang mba yang di atas..

rapih ya antrinya

selain bisa miring , bus di sini juga ramah bagi kaum disabilitas (udah ada di Tans Jakarta )






kawasan nishiki market

salah satu toko di nishiki market

beneran pasar 

nyemil takoyaki

toko snopy

kami makan siang di resto ini

cuman pesan satu nasi goreng tuk berdua di selimuti keju harga 961 yen 

ukuran contoh sama dengan aslinya


Hari sudah lumyan sore Tujuan kami selanjutnya adalah Kiyomizu dera temple.  Sempat salah naik bus beberapa kali karena buta arah kami pun harus berlari mencari halte lainnya karena salah arah.  

Setelah menanyakan ke petugas (jam sibuk atau sore ada petugas di halte) tujuan kami gion. Setalah dari gion kami nyebrang untuk selanjutnya turun di Kiyomizu michi.
Udah mau jam 17.00 an wita. Saya sempat panic kuatir klo kiyomizu Dera tutup, pengalaman di Ginkakuji jam 17.00 sudah tutup. 

petugas halte yang kasih kita tempat duduk karena ngeliat kira lari lari ngejar bus..


Kami pun mempercepat langkah kami jalanan menanjak ke arah Kiyomizu dera dan lega nya ternyata tutup jam 18.00 kami pun sempat menikmati sunset yang indah di sini.
Sempat berkomunikasi dengan teman yang di Osaka (tempat kami menumpang nginap) dia masuk kerja jam 20.00 dan bila mau ketemu dia kita sampai Hirakata jam 18.30. Kami pun meminta maaf karena hari ini udah bekali kali salah naik bus dan kami masih mau ke kiyomizu dera dan gion. 


indah nya dapat sunset di kiyomizu dera



kawasan jalan menuju kiyomizu dera

Kemudian di aturkan oleh teman klo nanti kami akan di jemput oleh rekannya dan di beri ID line nya.

Urusan jemput menjemput di Hirakata nanti aman dan teman baru bisa sekitar jam 20.00 an karena baru pulang kerja. Kami pun melanjutkan eksplore dengan jalan kaki melewati kawasan tua menuju Gion. 

Di gion dengan berbekal google map kami pun sempat ke jalan shirakawa minami dori sebuah jalan dengan pemandangan kota tua. 
Setelah selesai kami pun menyempatkan mampir ke Pablo kali ini beli buat oleh oleh teman kami sungkan juga klo ga bawa apa apa (sambal udah di buang petugas imigrasi di Jakarta).  
menelusur jalan menuju gion





 pablo green tea  enak bgt
 Kembali ke hostel dan tidak ada seorang pun dan pesan yang di tinggalkan cheyene dia baru ada kembali sekitra 22.30 saya pun meninggalkan pesan intinya terima kasih dan sya udah ngambil tas saya.

Sempat duduk sebentar kemudian kami melanjutkan ke Lawson untuk makan malam.  Sebelah menyebelah duduk dengan turis china di kira orang china.

makan malam 

Setelah makan malam kami menuju Shichijo station seharusnya kami hanya perlu bus no 100 tapi netah kenapa atau salah nai bus kami harus kembali tersesat sepertinya kami kurang baik memahami jalur atau mekanisme bus ..bus bus tertentu mungkin akan melalui jalur yang sama tapi belum tentu akan berhenti di halte yang kami mau. Kali ini masalahnya kami terlewat halte karena informasi yang biasanya di sampaikan tidak kami dengar  sempat naik bus kembali ke halte yang di maksud  kami pun memilih berjalan kaki sekitar 10 menit menurut google map.

Shichijo station (keihan line) menuju Hirakatashi station, turun di Hirakata station harusnya kami tinggal mencari jalan untuk oper kereta  ke Hoshigaoka Station tapi pada kenyataan nya kami malah keluar station dan harus kembali membeli tiket dari hirakatashi ke Hoshigaoka @140 an yen padahal kami udah beli tiket 350 yen sampai ke Hoshigaoka. 

Sempat bingung dan bertanya untuk jalur kereta ke Hoshigaoka kami pun sampai. 
Sampai di  Hoshigaoka , saya pun line teman yang akan jemput di stasiun tak lama menunggu teman pun sampai kami pun keluar station.

Ternyata teman ini pakai sepeda pantesan cepat hehehehe , perjalanan ke tempat kami menginap sekirar 10 menit jalan kaki senangnya bisa bercakap cakap berbahasa Indonesia dan jawa di jepang..

 
akhirnya dapat tidur dengan alas tatami




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banjarmasin 14 -16 feb 2021

Banjarmasin 14 Februari 2021 Valentine di Banjamasin hehehehe..trus ngapain ya berburu kuliner .. ini mie bancir yang di cari di sampit dapa...