Hari ke 1. Jakarta. Pemanasan yang terlalu “panas” di Jakarta… Balikpapan - Jakarta 18 februari 2017 ( Trip Jakarta, KL, Tokyo, Kyoto, Osaka, Singapore).

Setalah menunggu sampai awal tahun 2017 , harapan kami telah pupus.

Seperti saya ceritakan sebelumnya kami masih berharap Rute Air Asia Balikpapan-Kuala Lumpur di buka kembali. 

Setalah melakukan survey tiket di app Traveloka kami memutuskan ke kuala lumpur via Jakarta, awalnya saya mau nya via Surabaya, lumayan bisa ketemu keluarga dan numpang nginap gratis tetapi setalah cek tiket ternyata lebih mahal karena Surabaya – Kuala lumpur berkisar Rp.600-Rp.700 ribu. 

Sedangkan Jakarta – Kuala lumpur di kami dapat tiket Rp.403.619 (Traveloka). Tiket Balikpapan Jakarta hanya berselisih Rp 50.000-Rp.100.000 lebih mahal di banding Balikpapan Surabaya.

#Tips beli tiket domestik. Rajin - rajinlah cek traveloka (atau situs lainnya silahken..) lion air paling murah untuk Balikpapan - Jakarta di kisaran harga Rp.535.000, kami kurang sabar jadi kami dapat harga Rp. 635.000. Memang untuk harga 500 an tidak ada untuk jam yang kami inginkan tapi tidak ada masalah harusnya bila dapat harga segitu dengan jam lebih pagi. Berbeda dengan tiket internasional, tiket domestic bisa di murah seminggu atau beberapa hari sebelum keberangkatan (kami biasa beli tiket jauh jauh hari) jadi rajin-rajin lah memantau bila ada harga di bawah Rp.600 sikattt sudah !!!.

Rencana awal kami berangkat agak siang ke Jakarta trus lanjut ke  KL dan nginap semalam di  KLIA2 karena besok nya jam 14.45 Wita kami baru akan flight ke Tokyo (Haneda). 

Ternyata istri  ada deal deal dengan sahabat nya waktu SMA yang sekarang bekerja di Jakarta untuk menginap di kostnya dan sekalian mengadakan reuni kecil – kecilan dengan teman SMA mereka, kebetulan juga sahabatnya ini beberapa bulan lalu sempat berlibur dan nginap di rumah kami di Balikpapan.

18 Feb pagi, semalam kami berencana untuk pakai 2 gojek untuk berangkat ke bandara sepinggan lumayan murah bila bayar via Go pay. Pagi ini cuaca Balikpapan gerimis dan searching di Go ride ga ada Gojek yang dekat rumah kami yang pelosok ini.

Saya coba Go Car , ternyata ada dua yang keliatan kemudian saya coba order. Tak lama setelah menekan order saya di hubungi oleh Go Car dan siab meluncur ke tempat saya.  Ngobrol2 dengan Go car nya ternyata beliau masih bisa di bilang tetangga satu komplek sebenarnya beliau ini baru pulang tengah malam dan lupa mematikan aplikasi kemudian terbangun oleh order kami. 

Rejeki beliau dan rejeki kami juga pakai Go pay kami hanya perlu bayar Rp.49.000  sedangkan bila pakai taksi konvensian langganan kami kena Rp.85.000. Hanya perlu meminjamkan power bank untuk charges hape beliau yang low batt pengalaman naik kendaraan berbasis aplikasi pun berjalan dengan lancar. 

Sepanjang perjalanan ke bandara sepinggan kota Balikpapan mendung dan gerimis menjatuhi bumi.

Sampai bandara sepinggan masih jauh dari jam check in kami. 

Kami memang berangkat agak pagi untuk berjaga jaga bila kami ga dapat Go Car dan harus menggunakan Taksi konvensional. Alesan kedua mau nya sarapan di Lounge  sayangnya belum rejeki kartu kredit Sky Z sudah tidak bisa lagi masuk Lounge per awal tahun 2017 ini.

selalu bawa botol minum..

hujan sedang..
jendela basah karna hujan..

Pesawat Lion pagi ini on time dalam kondisi hujan kami flight ke Jakarta.

Sampe Jakarta juga di sambut mendung dan gerimis . Masih pagi , kami menunggu di luar karena sudah di orderkan jemputan via Grab (week end promo) oleh sahabat istri. Tak lama jemputan pun sampai kami pun meluncur ke kost nya di kawasan Blok M.

di Jakarta juga hujan..



entah mrt atau jalur trans jakarta layang..

Setalah sampai kostnya tak lama kami jalan kaki mencari makan siang. Setelah itu naik Grab lagi ke Grand Indonesia.


makan siang dulu..


di sediakan sofa sama mall (GI) untuk nunggu..enak bgd..



Hong Tang GI

Disini rencana reuni dengan beberapa teman. Karena jalannya sama para wanita tujuan pasti shopping H&M, ZARA, Uniqlo pun di masukin sekalian melihat harga sebagai bahan perbandingan di Jepang nanti kebetulan teman ini akhir tahun 2016 sempat ke jepang (Osaka) melihat konser Boy band Korea idolanya.

Tak lupa kami pun kuliner di Sushi kiosk (di Balikpapan ga ada hehehehe). 





Ta...da...... bahan studi banding sebelum ke Jepang hohohooho..

Setelah pertemuan dengan teman di G I , ternyata ada teman yang ga bisa dan ngajak ketemuan malamnya kita pun lanjut ke  Gandaria City kali ini viaUber dan mencicipi kuliner kesukaan teman kami ini. 

karya seni yang di pamerkan di Gandaria city..(ada bahasannya di majalah Air asia)

mie ala Taiwan dan kangkung krispi..


Kebetulan pas di sebelah Pablo (kue dari jepang yang di serbu orang Jakarta) mau nya nyoba in Pablo juga tapi udah banyak sold out dan juga males antri. 

di jakarta udah mau jam 21.00 tapi pablo masih antri..kami ga beli cuman foto aja..

udah banyak yang sold out..maklum udah malam..

Tak lupa mampir ke Daiso sekalian survey yang di Jakarta dulu untuk membandingkan dengan di Jepang.


Kami baru ketemu teman yang janjian ini sekitar jam 22 an malam karena teman ini dan istri nya baru pulang kondangan. 23.30 an kami baru beranjak dari Gandaria menuju kost kali ini via Grab. (lengkap wisata taxi online hehehe..)

Sampe kost masih mandi mandi (biar paginya udah ga usah mandi karena subuh kami harus ke bandara Soetha) dan ngelem sepatu istri yang sol nya udah mau lepas (beli lem alteco di lotte mart Gandaria). 

Kami pun tidur jejer pindang berharap bisa tidur 1-2 jam sebelum melanjutkan perjalanan dini hari nanti. 

Inilah pemanasan yang kelewat “panas”, data di miband kami melangkah sekitar 22 ribuan atau mungkin sekitar 20 Km kami telah berjalan hari ini dan hanya akan tidur 1-2 jam saja padahal trip kami sesungguhnya belum lah di mulai….



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banjarmasin 14 -16 feb 2021

Banjarmasin 14 Februari 2021 Valentine di Banjamasin hehehehe..trus ngapain ya berburu kuliner .. ini mie bancir yang di cari di sampit dapa...