Hari ke 6. Jepang. Kyoto, Tragedyyyy…..micro sd di yi cam2 minta di format !!!!. Kyoto 23 februari 2017 ( Trip Jakarta, KL, Tokyo, Kyoto, Osaka, Singapore).

Awalnya saya berfikir akan tertidur selama perjalanan malam di willer Bus secara udah capek banget , tetapi kenyataan berkata lain kondisi tempat duduk yang kurang bisa selonjor maksimal membuat saya hanya tidur2 ayam.

Bus berhenti beberapa kali seingat saya  dan menjelang pagi dari tirai yang terbuka sedikit saya melihat kondisi di luar yang Hujan. 

Sekitar jam 06.00 kami pun sampai di terminal Kyoto di sambut dengan hujan lebat. Setalah mengambil tas , saya bertanya kepada petugas gimana cara nya ke Kyoto Station dia katakana bisa langsung nyebrang sambil hujan  hujan atau bisa lewat under pass.

Pastinya kami memilih under pass.  Kembali kami kebingungan di sini bagaimana menuju Kyoto station.  Sembari mencari toilet yang masih di kunci saya pun mencoba berkeliling dan naik tangga akhirnya menemukan JR Kyoto museum yang bangunannya khas sempat foto2 dokumentasikan via yi cam.

Setelah itu saya coba mematikan yi cam dan menyalakan kembali dan inilah tragedy terjadi ada tulisan micro sd minta di format da nada pilihan cancel atau format. Saya matikan nyalakan beberapa kali tetap saja begitu. 

Saya komunikasi kan dengan istri apakah sempat back up foto ke hape, dia bilang hanya beberapa saja yang di upload ke instagram langsung ciut di pagi hari yang hujan ini suasana hati jadi suram (apa dosa hamba  ya Tuhannnn……hiks….hiks…hiks….)..

Sambil menunggu di depan information dan gentian ke kamar mandi untuk cuci muka, saya berfikir klo pencet format otomatis semua foto kami selama di Disney sea, hakone, doremon museum dan Tokyo hilang dan mungkin micro sd bisa di pakai lagi. 

Saya teringat sempat membaca beberapa bloq yang bisa menyelamatkan data micro sd/flashdisk/Hardisk yang minta format dan saya juga pernah alami kejadian serupa pada sekitar tahun 2008 pada hardisk eksternal dan bisa di selamatkan 80%an data nya di salah satu toko computer di Balikpapan.

megahnya skyoto station ..di foto dengan hati cemas...

seven eleven tempat beli sarapan



Saya sampaikan ke istri ini 50:50, bisa di selamatkan. Klo saya pencet format pastinya akan hilang. Lebih baik kita beli micro sd yang baru di Big camera dengan berharap nanti micro sd yang rusak ini bisa di selamatkan datanya di Indonesia.

Sambil menunggu jam 7 bagian information buka untuk membeli Bus pass dan Kansai Thru pass kami sarapan dengan membeli kopi dan cemilan di Seven eleven. 

sarapan dumpling/kuo thiek

information dalam station , kita di arahkan ke gedung luar station untuk membeli bus pass

kantor information dalam station


Setelah jam tujuh information pun buka ternyata kita di arahkan keluar station di sana ada kantor untuk membeli bus pass dan kansai Thru pass. Kami pun bergegas ke sana .

kantor di luar kyoto station untuk membeli bus pass dan kansai pass

penampakan dalam..antrian membeli pass

Bus pass juga bisa di beli di mesin ini


Setelah beres kami pun browsing mencari toko big camera kemudian menuju ke sana tak jauh dari Station. Toko big camera baru buka jam 09.00 , tidak seperti di Bandara Haneda yang buka jam 07.00. Kami putuskan untuk ke Hostel dulu untuk taruh barang toh kami pun akan kembali ke Kyoto Station untuk naik kereta ke Fushami inari .

Sempat bingung , ada petugas yang bantu di arahkan halltenya . Petugasnya ngomong swadikap wah dikira Thai kita…saya bilang saya Indonesia  dan saya sampaikan terima kasih dan selamat pagi.

Kami pun naik bus no 100 dan kemudian turun di halte kiyomizu michi (ngikutin petunjuk di ulasan tentang Trip sound hostel). Kemudian berjalan kaki sekitar 10 menit , ketika turun dan berjalan kami baru sadar lebih dekat turun di halte Gojozaka satu halte sebelum kiyomizu michi hehehehehe..



penampakan dalam bus


Sampai di Trip Sound Hostel, kami langsung buka pintu  mau menitipkan tas. Setelah mencari  cari ternyata ga ada orang sama sekali. Ada pesan di tinggal di temple di kaca receiption bahwa dia aka nada sekitar jam 20.00. 

tampak depan..pinggir jalan utama di lewati Bus (sumberfoto google)



Kami pun naik lantai 2 ke ruangan relax saya pun menaruh tas kita sambil menulis pesan di kertas yang saya taruh di tas.

tas bisa di titipkan di rak ..aman saja (sumber google)

ruang relax lt 2 (sumber google)

tas taruh di rak

book di Hostel world


Kami pun kembali ke Kyoto Station untuk menuju toko Big Camera. Sempat nanya ke salah satu bapak dan ternyata ketemu lagi di mall beliau ternyata kerja di mall itu. Disini kami salah turun pilihan bus yang kami naiki ini ternyata tidak berhenti di dalam Kyoto station karena kami kira berhenti di Kyoto station akhirnya kami pun kelewatan jauh.  “Kami putuskan berjalan kaki ke Kyoto station. 

Sesampainya di Kyoto station ternyata  berbeda mungkin ini sisi lainya dan yang kami jumpai adalah Mall. Sempat mutar  mutar akhirnya sampai lah kami ke Kyoto Station dan menuju toko Big camera.

kyoto station

toko big camera di foto ketika belum buka


Toko big camera, cukup besar terdiri dari 3 lantai. Kami langsung naik ke lantai atas karena lantai satu lebih seperti mini market. Saya pun bertanya ke petugas untuk mencari mirco sd. Setelah di arahkan saya pun mengambil kemasan dan mau membayar ke kasir pilihan saya yang termurah dan class 10.  

Sesampai di kasir , kombinasi bahasa jepang, tarzan dan inggris. Sempat menunggu lama di sampaikan bahwa barang yang mau saya beli ini habis stoknya. Saya pun terpaksa kembali melihat lihat lagi .

Dalam proses ini saya di sadarkan oleh istri klo barang saya ambil tadi bukan micro sd melainkan mmc yang ga bisa di pakai di yicam. Saya mendapat “pertolongan” lagi  dan untungnya barangnya kosong klo ga saya kan salah beli. 

Akhirnya saya pun membeli micro sd 16 GB class 10 dengan harga termurah sekitar Rp.196.225  bandingkan dengan micro sd saya yang rusak 64 GB class 10 dengan harga hanya Rp.100.000 an dikirim dari luar negeri beli di Lazada (saya berasumsi barang saya beli di lazada ini palsu karena harga nya kelewat murah).

Saya pun kembali ke kasir untuk membayar, dia menanyakan bahwa yang saya beli ini micro sd dan berbeda dengan yang tadi barangnya kosong, saya bilang gapapa (dalam hati bersyukur hampir salah beli).

penampakan micro sd yang kami beli..



Kami pun turun dan memasang micro sd ke yicam dan langsung bisa berfungsi seperti sedia kala sedangkan micro sd yang rusak di simpan dengan baik denanga penuh harapan bisa di selamatkan datanya.

Kami kembali ke Kyoto Station. Sempat bertanya ke bagian information JR untuk membeli tiket ke inari Station karena petunjuk di stationnya tidak ada tulisan latin hanya ada tulisan jepang.  Kami membeli di mesin tiket 140 yen. 

Kemudian masuk menuju ke platform di tengah jalan kami sempat membeli nasi bento karena tampilannya menarik buat bekal makan siang di Fushami inari.
FYI, bisa naik bus no 5 Kyoto station menuju Fushami inari.

Fushami inari 

Gerbang depannya



toko souvenir

penjual jajanan ke arah luar kuil


jalan menuju station lagi


Sampai di Fushami inari mendung dan mulai rintik hujan turun. Setelah puas dan sempat membeli  magnet tempalan kulkas yang lumayan mahal 480 yen tapi ga nemu model ini di tempat lain (menghibur diri).

Setelah selesai kembali ke inari station (kereta JR ini stationnya strategis sama tempat wisata) kami menuju Kyoto Station 140 yen.



penampakan kereta balik ke kyoto station


Sampai Kyoto Station kami kembali ke hostel untuk makan siang nasi bento dan pop  mie ternyata masih ada sisa satu. Di hostel masih tidak ada orang sama sekali.

pintu depan sound trip

makan siang hari ini..


Perut kenyang kami kembali bergerak ke tujuan selanjutnya Ginkakuji Temple, tak lupa meminjam payung hostel karena cuaca mendung dan sempat gerimis tadi waktu di Fushimi.
Kami naik bus no 100. Perjalanan sekitar 30an menit. 

entah apa yang du jual ..antrian lumayan mengular ,,di seberang sound trip

Halte umamachi

anak sekolah nunggu bus

tegil juga bocah bocah ini

halte

penampakan agya atau ayla

petunjuk ke Ginkakuji

keterangan gambar ginka kuji

pasir yang di tata

masih pasir yang di tata jadi gunungan

ginka kuji

ke atas naik tamannya 

di kyoto banyak yang nyewa kimono

toko toko di jalan keluar


Setelah puas di Ginkakuji kami pulang nya menelusuri philosopher path sampai habis dan sempat jalan kaki tidak jelas (hampir 1 jam jalan kaki) kami putuskan untuk naik bus ke Heianjingu shire  sempat salah turun bus dan kebingungan dan di tawarkan bantuan oleh tante tante . 

philosopher path






Orang Kyoto lebih ramah terhadap turis ini adalah tawaran bantuan kedua setelah tadi pagi di tawarkan bantuan oleh seorang bapak di Kyoto station. Setelah mendapat arahan dan mengandalkan google map kami pun sampai.


Heianjingu shire sudah tutup kami pun hanya berfoto di depannya dan mencari toilet. Enaknya di Kyoto dan Tokyo tersedia toilet umum di public area. Kembali kami di bantu oleh seorang bapak di halte dan sempat memberikan kartu namanya (oia belum saya kirim kan kartu post, susah nyari kartu post sekarang)  beliau pemilik saloon miyabi (miyabi nama ibunya untung saya ga salah ngomong hehehehe).

Tujuan kami selanjutnya Gion. Di Gion kami sempat masuk sebantar dan berfoto saja di Yasaka jinja Shire karena udah malam dan capek plus kurang tidur kami putuskan untuk kembali dan check in dulu ke hostel.  



kuil Yasaka di GIon

kuil Yasaka

Di Gion kebetulan ada Pablo kue yang terkenal itu kami sempatkan juga membeli , tidak antri dan lebih murah dari pada di Jakarta (Gandaria City).

Toko Pablo Gion


penampakan pablo dalam toko


Pilihan bus dari Gion ke Hostel kami lumayan banyak dan cukup dekat kembali naik bus no 100 dan turun di Gojozaka.   

Sesampai di Hostel kami langsung menuju lantai 2 ruangan relax. Di situ sudah ada satu orang asing dan satu orang jepang. Ternyata receisionist nya mba Cheyene ini adalah mahasiswa perancis yang ke jepang. 

Proses check in ke lantai satu saya membayar cash sisa uang karena udah dp 10 % via hostel wold app.

Kami pun di tunjukkan ke kamar karena hanya ada satu tamu kami di bukakan satu kamar terpisah. Kami pesan dormitory mix 12 orang. Karena tidak ada tamu lainnya kami hanya sekamar berdua.




kamar kami



dormitory mix 12 orang cuman di isi kami berdua

heater ini masalah kami..hiks..hiks..


Mandi dan makan Pablo, kemudian saya melihat heater portable koq ada tulisan 12.15 saya kuatir heater akan mati jam 12 malam nanti nya.

neg juga hehehehe enakan yang grean tea kecil


saya pun turun menayakan ke cheyene. Kemudian orang jepang dan Cheyene ke kamar kami terjadilah pembicaraan jepang antara mereka dengan intinya angka tersebut tidak pengaruh heater  tidak akan mati jam  12 saya pun ok . Tetapi tengah malam heater mati hiks..hikss..untungnya saya udah berselimut tebal hehehehe.

ingris ke jepang ..jepang ke ingris..alhasil heater nya tetap mati malam nya..hiks..hiks..

di hostel ini di bolekan corat coret dinding bahkan di siabkan spidol

yang miris ada baca salah satu tulisan di dinding dia kehilanga uang dan dompet senilai 12.000 an yen,,



toilet

kamar mandi




corat coret juga


istri saya yang gambar..kami berpartisipasi gambar di dinding






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banjarmasin 14 -16 feb 2021

Banjarmasin 14 Februari 2021 Valentine di Banjamasin hehehehe..trus ngapain ya berburu kuliner .. ini mie bancir yang di cari di sampit dapa...