Hari ke 3. Jepang. Disney Sea. 20 februari 2017 ( Trip Jakarta, KL, Tokyo, Kyoto, Osaka, Singapore).

Gegara salah pilih tempat tuk tidur  di tambah kedinginan lumayan lah dah bisa tidur walau hanya beberapa jam saja.  Sekitar jam 6 pagi kami pun bagun kemudian cuci muka dan sikat gigi tak lupa mengisi air anget dan air minum di dekat  toilet.


Agenda pagi ini membeli tiket bus ke Disney sea kemudian ke toko Big Camera untuk beli sim card. Setelah beli tiket bus selesai kami pun ke Toko Big Camera jam 06.50 toko sudah buka tapi masih dalam tahap bersih bersih. Kami menjadi pembeli pertama di toko itu di struk tercatat 06.59. 


di tunggu tunggu akhirnya buka

setelah di pikir2 ternyata 2 GB juga cukup tapi kami beli yang 5 GB tuk 21 hari gambar ikan koi..


mereka masih bersih bersih kami udah ga sabar mau beli


Urusan sim card sudah di beli kami pun setting VPN , hanya mengikuti petunjuk di Starter pack (dalam bahasa inggris) kemudian matikan dan nyalakan hape sim card udah bisa akses data.

Kami pun bergegas menuju halte bus syukurnya ga terlambat dan masih menunggu bus datang (jadwal 07.35). 


halte no 5

petugas di halte ..

Layar petunjuk.. Disney sea

tiket bus

kursi bus..oia harus pake sabuk pengaman yah ..

Pagi ini saya ga sarapan  tapi kami bawa bekal buat di Disney sea nasi bento beli di Lawson sedangkan istri saya sarapan pop mie bawaan dari Rumah (air panas tersedia dekat toilet dekat kamar mandi berbayar,  air panas free).

Perjalanan Bus dari Haneda menuju Disney sea kurang lebih 45 menit sampe 1 jam, dua kali stop pertama di terminal domestic Haneda, kemudia Stop di Disney land dan perhentian terakhir di Disney sea. 

Sebagian besar penumpang Bus berhenti di Disney land.  

Sampai di Disney sea kami pun mencari loker untuk penitipan tas.  Harga loker bervariasi mengikuti ukuran. Kami sempat bolak balik mencari loker yang muat untuk tas kami pastinya kami nyari loker yang kecil. Sempat di bantu oleh petugas yang ramah tapi ternyata untuk loker yang kecil ga muat buat tas kami. 

Kami tetap memakai loker kecil untuk menitipkan satu tas dengan cara membongkar isi tas sebagian dan memakskan tas masuk ke loker yey berhasil. Satu tas lagi kami bawa isinya berupa nasi bento dan pop mie dan air minum.

Selesai urusan loker sebelum masuk kami membeli tiket kereta untuk pulang nya kearah Maihama. Sempat bertanya kebagian infromasi  di layani dengan sangat ramah dan penuh senyum dan semangat kami di arahkan membeli tiket di vending mesin .


loker di Disney sea

terus maju akan ketemu vending mesin tuk beli tiket kereta pulangnya

orang antri beli tiket ..padahal masih pagi bgt,,


masuk ke dalam ada vending machine beli tiket kereta, information ada di sebelah kanan..petugas nya sangat ramah dan energikk...


Kami pun masuk, tiket Disney Sea sudah kami beli terlebih dahulu via online di situs Disney Sea (Rp.868.036/ orang) dengan pembayaran via kartu kredit di Indonesia (bulan januari 2017). Setelah melewati pemeriksaan tas , makanan kami taruh di bagian bawah tas di atas kami taruh syal untuk kamuflase hehehehe…setelah selesai kami pun masuk.

Sama seperti waktu kami ke Disney land Hongkong, istri lebih menikmati suasana dari pada mencoba permainan ekstrem di Disney sea. 



ini pertama kita lihat pas masuk Disney Sea

Petugas yang memberi pengumuman..pake bahasa Jepang..kita ga ngerti tapi seneng aja ngeliat semangatnya..

nyobain naik boat


nyobain kereta di dalam Disney sea..


Cuaca di Disney sea cukup cerah dan mendung di siang hari. Suhu berkisar  5 derajat  pada sore hari mendung dan sempat cek di hape kecepatan angin 50 km/jam.
Rencana awal mau nonton fustamic dan kembang api tapi menjelang sore karena cuaca mulai mendung dan angina kecang dan badan lelah kurang tidur di tambah antri berjam jam ke toys story kamu pun memutuskan untuk ke penginapan. Sekitar jam 18 an kami pun memutuskan untuk beranjak dari Disney sea di sertai angin kencang dan mulai gerimis.
Ada pengalaman menarik pas siang hari.

Kami ikutan antri salah satu wahana  (duffi bear show) kami kira ini antrian sedikit ternyata ada antrian panjang di sisi sebelah gedung dan ternyata antrian untuk membeli burger mungkin sekalian liat show . setalah antri lama dan didepan restonya kami pun memilih keluar (karena harga makanannya mahal ga cocok dengan kantor kami wkakkakaka) ..buang waktu dan tenaga kemudian kami nyari tempat duduk untuk makan bekal kami dan menyeduh pop mie dan tak lama ada boneka boneka Disney yang datang. Kami pun pindah tempat karena di mana ada boneka  disitu ada kerumanan orang berfoto.



udah antri lama kami pun mundur, karena ternyata beli makanan yang harga di atas budget kami, sayangnya kami ga tanya apakah bisa ga beli makan ??..hahahaha..

pass udah ngeluarin pop mie dan Bento ..ternyata ada karakter disney yang tiba tiba nongol di depan kami..batal makan pindah tempat...

Kami pun mencari tempat dan makan bekal dan pop mie di bawah sinar matahari yang ga kerasa karena kecepatan angin yang luar biasa.

Kami pun naik kereta  menuju maihama . kemudian turun.  Turun di Disney resort dan terpaksa menerobos hujan untuk ke stasiun dan membil tiket JR ke Shinkiba (vending machine).



menunggu kereta di Disney Sea Station 


Suasana dalam kereta

jendela nya Khas..

pengangan tangannya juga khas


Hujan..

siab siab lari ke seberang untuk ke Shinkiba , posisi sekarang di Disney Resort..


Karena cuaca dingin dan sempat kehujanan walaupun ga sampe basah kuyup istri saya tertatik untuk membeli ramen atau udon buat angetin badan kebetulan kami melewati depot nya yang berada di dalam stasiun. Pengalaman pertama order via mesin dan kemudian ambil udonnya di dalam (udon ter enak yang kami makan satu bagi dua, ngirit ).



pertama kali pesan dan bayar makan di mesin

udon yang kami beli sekitar  600 an yen

ambil makanan dan kembali mangkuk ke counter ini


Dari shin kiba kami turun Toyosu, di sini lah kami sudah bisa mengunakan Metro pas  pukul 18.30 dan akan berakhir 48 jam kemudian di jam yang sama.  Berbekal Aplikasi metro Tokyo di Hape , dari Toyosu  kami naik yurakucho line  ke Tsukishima kemudian pindah ke Oedo line ke Akabanebashi. Di akabanebashi kami turun sebentar untuk berfoto dengan back ground Tokyo tower.  



Di Tokyo , klo eskalator jalur lambat di kiri, sebelah kanan di kosongkan  untuk orang yang mau cepat (berkebalikan di Osaka)


tuh rapi kan..kebiasan ini agak kebawa pas di Balikpapan , tapi oran depan kita udah menguasai sisi kanan dan kiri..hehehehe




don't try this at Japan...




petunjuk arah kereta..dan nama peron

Cuaca di luar hujan lumayan lebat kami putuskan hanya melihat dari kejauhan saja.



lagi ujan jadi cuman dari jarak jauh.. Tokyo Tower



Kami pun melanjutkan perjalanan. Dari Akabanebashi tetap di Oedo  line menuju ke Shinjuku.  Tujuna kami di Shinjuku adalah membeli  tiket Hakone.  Bila ingin merasakan Jepang mungkin Shinjuku station tempatnya. Orang berjalan cepat , berlari dan kami lost di dalam pergerakan cepat mereka. 

Sempat tersesat kami pun menemukan Odakyu untuk membeli tiket Hakone pass. Sayangnya pas kami sampai loketnya sudah tutup dan sempat bertanya pada loket di bagian dalam mereka tidak menjual hakone pass .


Dari Tokyo Metro carilah gedung Odakyu..kemudian naik satu lantai


Infromasi yang saya dapat dari salah satu bloq klo bisa membeli via vending machine tapi setelah mencari mesin yang pun ga ketemu. Saya pun memutuskan untuk bertanya ke counter sebelah pas counter yang tutup . Counter ini sejati nya  melayani Romance car dan kami berencana tidak naik romance car (kereta ekspress da nada tambahan biaya) kami pun menyakan untuk membeli hakone pass dan petugas nya menyatakan bisa beli di dia berkali kali saya bertanya  untuk menyakinkan diri klo yang mau saya beli tanpa Romance Car dan dia bilang bisa saya cek harganya juga benar  ini tiket Hakone pas tanpa Romance Car (Rp.626.380/ orang Hakone 2 day pass) .Beli tiket pun beres besok pagi tinggal naik kereta.


counter Hakone pass yang tutup

Counter yang menjual Romance car, tapi kami beranikan bertanya ternyata bisa juga membeli Hakone pass

Counter tempat beli Romance car dan Hakone Pass

Jadwal keberangkatan kereta menuju Hakone dan dari Hakone


Dari Shinjuku station kami kembali menggunakan Oedo line menuju Shin Egota. Istri saya sudah memesan via Air  B n B penginapan sharing House di sana (Rp.610.000/kamar /malam). Janjian chat dengan pemilik rumah via Air BnB kami di jemput di Shin Egota station.  

Setelah sampai tak lama menunggu kami pun di jemput sama pemilik rumah. Kemudian berjalan sekitar 10 menit menuju rumah.


Bingung dengan kamar mandi nya dan air panas yang tak stabil akhirnya malam ini bisa menikmati dan tidur dengan nyaman. 



ketika keluar station Shin Egota


Perjalanan menuju penginapan , sekitar 10 menit jalan kaki..


kamar, ada lemari

tempat tidur




kamar closet, disediakan handuk oleh pemilik rumah



mandi nya di dalam bak kecil itu..


ruang tengah di sediakan microwave dan minuman sachet bisa buat sendiri



ini foto yang gagal di selamatkan karena micro sd rusak minta di format (foto nya jadi tertumpuk)..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banjarmasin 14 -16 feb 2021

Banjarmasin 14 Februari 2021 Valentine di Banjamasin hehehehe..trus ngapain ya berburu kuliner .. ini mie bancir yang di cari di sampit dapa...